Atasi Masalah Banjir Kiriman, Pimpinan Pondok Modern Al-Mitsaq Inisiasi Pembangunan Saluran Air Mandiri

KEMIRI, TANGERANG – Mengawali tahun 2026 dengan langkah preventif, Pondok Modern Al-Mitsaq di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, resmi memulai proyek pembangunan drainase pada Sabtu, 3 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terputusnya saluran air yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di kawasan lembaga pendidikan tersebut.

Pimpinan Pondok Modern Al-Mitsaq, KH. Iman Firdaus, Lc., Dipl., M.E., menginstruksikan langsung pembangunan ini untuk menyambung kembali saluran pembuangan air yang sempat terputus setelah dikerjakan oleh aparat kelurahan setempat beberapa waktu lalu.

Detail Teknis dan Fungsi

Saluran air yang dibangun ini memiliki spesifikasi teknis dengan lebar 25 cm, tinggi 25 cm, dan membentang sepanjang 85 meter dari arah barat ke timur. Meski secara fisik berukuran ramping, drainase ini memiliki fungsi vital karena menjadi tumpuan pembuangan air bagi seluruh warga di lingkungan RT 002 Desa Karang Anyar dan sekitarnya.

“Pembangunan ini harus segera diselesaikan untuk memastikan kelancaran arus air. Mengingat lokasi pondok kami berada di lahan bekas galian, risiko banjir sangat tinggi jika saluran air tidak berfungsi optimal,” ujar KH. Iman Firdaus. Beliau menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan hujan selama tiga hari berturut-turut cukup untuk membuat kawasan pondok terendam banjir akibat luapan air warga yang tersumbat.

Murni Swadaya Pondok

Salah satu poin penting dalam pembangunan ini adalah kemandirian pembiayaannya. Seluruh anggaran yang digunakan dalam proyek ini bersumber murni dari kas keuangan Pondok Modern Al-Mitsaq. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada bantuan finansial maupun material, baik dari pihak pemerintah maupun dari warga sekitar, meski selokan ini nantinya akan melayani aliran air limbah rumah tangga warga secara luas.

Pembangunan ini diharapkan selesai dalam waktu dekat agar saat puncak musim penghujan tiba, aliran air dari pemukiman warga dapat mengalir langsung ke pembuangan akhir tanpa terhambat di jalur luar pondok. Dengan tersambungnya saluran sepanjang 85 meter ini, keselamatan fasilitas pondok dan kenyamanan para santri dalam beribadah serta belajar diharapkan dapat terjamin sepenuhnya.

“Kami memandang pembangunan ini sebagai bentuk pengabdian pondok kepada lingkungan. Meski dibiayai mandiri, semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekitar agar tidak ada lagi genangan yang merugikan semua pihak,”ujar KH. Iman Firdaus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top